PGRI Cabang Panekan laksanakan Diklat Pembelajaran STEAM bagi 193 guru di Wilayah Kecamatan Panekan mulai dari TK, SD/MI, serta SMP/MTs. Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari mulai Senin (29/6/26) sampai dengan Senin (6/7/26) yang diselenggarakan di 2 lokasi yaitu SDN Cepoko dan MTsN 5 Magetan.
Rudi Haryadi, selaku Ketua PGRI Cabang Panekan, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru di Kecamatan Panekan.
Menurut Rudi (sapaan akrabnya), Kegiatan ini bertujuan membekali guru agar mampu mengimplementasikan pendekatan STEAM di kelas dan meningkatkan profesionalitas pengajar.
Belaiu berharap, setelah selesai diklat, guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan, kreatif, mampu menggali potensi dan bakat siswa yang berbasis teknologi dan ilmu pengetahuan, sehingga kegiatan pembelajaran tidak monoton sehingga siswa lebih antusias dalam mengikuti pelajaran, tambahnya.
STEAM Lebih Praktis, Bukan Sekadar Teori
Diklat yang berlangsung beberapa hari ini mengusung metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung menyusun modul ajar digital. Peserta diajak membuat proyek berbasis STEAM yang mengintegrasikan Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics dalam satu pembelajaran.“
Guru tidak hanya memahami konsep, tapi langsung mengaplikasikannya. Misalnya merancang alat peraga sederhana, eksperimen, hingga proyek berbasis kearifan lokal yang bisa dipakai di Kurikulum Merdeka, khususnya P5”.
Fokus pada Kreativitas dan Teknologi
Selain praktik proyek, diklat juga menekankan pemanfaatan teknologi. Para guru dilatih membuat media pembelajaran kreatif, interaktif, dan relevan dengan generasi Z dan Alpha. Hal ini sejalan dengan trend diklat guru 2026 yang banyak menggabungkan AI dan desain digital untuk menghemat waktu serta membuat kelas lebih engaging.
Ketua PGRI Cabang Panekan menyampaikan, kegiatan ini adalah langkah awal transformasi pembelajaran agar lebih menyenangkan, menarik, dan bermakna. Guru juga didorong menumbuhkan budaya inovasi di sekolah masing-masing.
Dengan STEAM, pembelajaran tidak lagi hafalan. Siswa diajak berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan memecahkan masalah nyata melalui proyek. Harapannya, kompetensi abad 21 siswa di Kecamatan Panekan bisa naik signifikan. PGRI Cabang Panekan berkomitmen akan menindaklanjuti diklat ini dengan kegiatan nyata yang dilaksanakan di sekolah.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan, Suhardi,S.Pd.,M.Pd.
Menurut Beliau, PGRI sudah bersinergi dengan Dikpora untuk ikut membantu menyiapkan SDM guru dengan melaksanakan berbagai diklat untuk mengembangkan kompetensi guru.
Saya bangga dengan Bapak – Ibu Guru, karena sudah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik, disaat siswa libur mereka memanfaatkan waktu meng-upgrade ilmu dengan mengikuti diklat yang dilaksanakan PGRI, tambahnya.
Penulis/Editor : Supriadi
